ISLAM
Pengertian Islam
Islam (الإسلام) adalah agama yang mengimani
satu Tuhan, yaitu Allah. Dengan lebih dari satu seperempat miliar orang
pengikut di seluruh dunia, menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di
dunia setelah agama Kristen.
Islam sering
disalah pahami, khususnya dengan diidentikan dengan muslim. Islam dan Muslim
adalah dua istilah yang berbeda. Islam adalah agama. Muslim adalah pemeluknya.
Islam sering diidentikan dengan perilaku kaum muslim atau umat islam. Padahal,
sebagaimana perilaku penganut agama lainnya, perilaku seorang Muslim belum
tentu mencerminkan ajaran atau syariat Islam.
Islam adalah
agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw sebagai nabi dan rasul
terakhir untuk menjadi pedoman hidup seluruh manusia hingga akhir zaman.
Dalam Al-Quran, Islam disebut juga Agama Allah
atau Dienullah (دِينِ اللَّهِ).
أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ
أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ
Artinya :
"Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal
kepada-Nya-lah berserah diri (aslama) segala apa yang di langit dan di bumi,
baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka
dikembalikan.” (QS. Ali Imran [3] : 83).
Dien (agama) sendiri
dalam Al-Quran artinya agama (QS 3:83), ketaatan (QS 16:52), dan ibadah
(QS.40:65).
·
Islam
secara Harfiyah
Pengertian Islam secara harfiyah artinya damai, selamat,
tunduk, dan bersih. Kata Islam terbentuk dari tiga huruf, yaitu S (sin), L
(lam), M (mim) yang bermakna dasar “selamat” (Salama).
Dari pengertian Islam secara bahasa ini, dapat disimpulkan Islam adalah
agama yang membawa keselamatan hidup di dunia dan di akhirat (alam kehidupan
setelah kematian).
Islam juga agama yang mengajarkan umatnya atau pemeluknya (kaum Muslim/umat
Islam) untuk menebarkan keselamatan dan kedamaian, antara lain tercermin dalam
bacaan shalat sebagai ibadah utama yakni ucapan doa keselamatan "Assalamu'alaikum warohmatullah" (السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله) semoga
keselamatan dan kasih sayang Allah dilimpahkan kepadamu sebagai penutup shalat.
Pengertian Islam
menurut bahasa, kata Islam berasal dari kata aslama yang berakar dari kata salama. Kata Islam merupakan bentuk mashdar (infinitif) dari kata aslama ini.
الإسلام مصدر من أسلم يسلم إسلاما
Ditinjau dari segi bahasanya, yang dikaitkan dengan asal katanya (etimologis),
Islam memiliki beberapa pengertian, sebagai berikut:
1.
Islam berasal dari kata ‘salm’ (السَّلْم) yang berarti damai atau kedamaian
Firman Allah SWT dalam
Al-Quran:
وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا
وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dan jika mereka condong kepada
perdamaian (lis salm), maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah
kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. 8:61).
Kata ‘salm’ dalam ayat di atas memiliki arti damai atau
perdamaian. Ini merupakan salah satu makna dan ciri dari Islam, yaitu bahwa
Islam merupakan agama yang mengajarkan umatnya untuk cinta damai atau
senantiasa memperjuangkan perdamaian, bukan peperangan atau konflik dan
kekacauan.
وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى
الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ
فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ
اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
"Dan jika ada dua golongan
dari orang-orang mu’min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah
satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka
perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali
kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah),
maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya
Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”
(QS. 49 : 9).
Sebagai salah satu
bukti Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi perdamaian adalah
Allah SWT melalui Al-Quran baru mengizinkan atau memperbolehkan kaum Muslimin
berperang jika mereka diperangi oleh para musuh-musuhnya.
أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ
بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ
“Telah
diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya
mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong
mereka itu.” (QS. 22 : 39).
2.
Islam Berasal dari kata ‘aslama’ (أَسْلَمَ) yang berarti berserah diri atau
pasrah
Hal ini menunjukkan
bahwa seorang pemeluk Islam merupakan seseorang yang secara ikhlas menyerahkan
jiwa dan raganya hanya kepada Allah SWT.
Penyerahan diri seperti ini ditandai dengan pelaksanaan terhadap apa yang Allah
perintahkan serta menjauhi segala larangan-Nya.
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ
وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ
وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا
“Dan
siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan
dirinya (aslama wajhahu) kepada Allah, sedang diapun mengerjakan
kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil
Ibrahim menjadi kesayanganNya.” (QS. 4 : 125)
Sebagai seorang
muslim, sesungguhnya kita diminta Allah untuk menyerahkan seluruh jiwa dan raga
kita hanya kepada-Nya.
“Katakanlah:
“Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah,
Tuhan semesta alam.” (QS. 6 : 162)
Karena sesungguhnya
jika kita renungkan, bahwa seluruh makhluk Allah baik yang ada di bumi maupun
di langit, mereka semua memasrahkan dirinya kepada Allah SWT, dengan mengikuti
sunnatullah-Nya.
“Maka
apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah
berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun
terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.” (QS. 3 : 83)
3.
Islam Berasal dari kata istaslama–mustaslimun : penyerahan total kepada Allah SWT
Firman Allah SWT dalam
Al-Quran:
بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ
“Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.” (QS 37 :
26)
Makna ini sebenarnya
sebagai penguat makna di atas (poin kedua). Seorang Muslim atau pemeluk agama
Islam diperintahkan untuk secara total menyerahkan seluruh jiwa dan raga serta
harta atau apa pun yang dimiliki hanya kepada Allah SWT.
"Hai
orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya,
dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu
musuh yang nyata bagimu.” (QS. 2 : 208)
4.
Berasal dari kata ‘saliim’ (سَلِيْمٌ) yang berarti bersih dan suci
إِلَّا مَنْ أَتَى الَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
"Kecuali orang-orang yang menghadap Allah
dengan hati yang bersih" (QS. 26 : 89).
إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
"(Ingatlah)
ketika ia (Ibrahim) datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci." (QS. 37: 84).
Hal ini menunjukkan
bahwa Islam merupakan agama yang suci dan bersih, yang mampu menjadikan para
pemeluknya untuk memiliki kebersihan dan kesucian jiwa yang dapat
mengantarkannya pada kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat.
5. Islam Berasal dari
‘salam’ (سَلاَمٌ) yang berarti selamat dan sejahtera
قَالَ سَلامٌ عَلَيْكَ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ
رَبِّي إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا
"Berkata Ibrahim: 'Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu,
aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik
kepadaku'." (QS. 19 : 47).
Maknanya adalah bahwa
Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada keselamatan dan
kesejahteraan. Karena Islam memberikan kesejahteraan dan juga keselamatan pada
setiap insan.
Pengertian Islam menurut Al-Quran tersebut sudah cukup mengandung pesan bahwa
kaum Muslim hendaknya cinta damai, pasrah kepada ketentuan Allah SWT, bersih
dan suci dari perbuatan nista, serta dijamin selamat dunia-akhirat jika
melaksanakan risalah Islam.
·
Islam menurut istilah
Menurut istilah, Islam
adalah ‘ketundukan seorang hamba kepada wahyu Ilahi yang diturunkan kepada para
nabi dan rasul khususnya Muhammad SAW guna dijadikan pedoman hidup dan juga
sebagai hukum/ aturan Allah SWT yang dapat membimbing umat manusia ke jalan
yang lurus, menuju ke kebahagiaan dunia dan akhirat.’
Secara istilah juga, Islam adalah agama terakhir yang diturunkan Allah SWT
kepada Nabi Muhammad Saw sebagai Nabi dan utusan Allah (Rasulullah) terakhir
untuk umat manusia, berlaku sepanjang zaman, bersumberkan Al-Quran dan
As-Sunnah serta Ijma' Ulama.
1. Islam sebagai Wahyu Ilahi
Wahyu ialah perintah
atau kata-kata Allah (كلام الله) yang disampaikan kepada para rasul-Nya. Nabi
Muhammad sebagai salah seorang rasul (pesuruh) Allah Ta'ala juga menerima wahyu
yang disampaikan melalui perantaraan malaikat Jibril.
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ
الْهَوَى (٣) إِنْ هُوَ إِلا وَحْيٌ يُوحَى (٤) عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى (٥)
“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan
hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan
(kepadanya).” (QS. 53 : 3-4).
Wahyu Allah kini terhimpun semuanya dalam Mushaf Al-Quran, kitab suci Umat
Islam, sebagai sumber
utama ajaran agama Islam.
2. Diturunkan kepada nabi dan rasul (khususnya Rasulullah SAW)
“Katakanlah: “Kami beriman
kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan
kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang
diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak
membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami
menyerahkan diri.” (QS. 3 : 84)
3. Islam sebagai Pedoman Hidup.
هَذَا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ
لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
“Al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat
bagi kaum yang meyakini" (QS. 45 : 20).
Islam adalah jalan hidup (way of life).
Al-Quran sebagai sumber utama ajaran Islam menjadi bacaan wajib sekaligus
panduan dalam menjalani kehidupan.
4. Mencakup hukum-hukum Allah dalam
Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW
“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara
di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu
mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya
mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah
kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka
ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada
mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan
manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka
kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi
orang-orang yang yakin?” (QS. 5 : 49-50)
5.
Membimbing manusia ke jalan yang lurus.
Allah SWT berfirman (QS. 6 : 153).
وَأَنَّ هَذَا
صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ
عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka
ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena
jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu
diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.”
Dalam QS Al-Fatihah, umat Islam membaca doa "Tunjukkanlah kami ke jalan
yang lurus":
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Imam Ibnul Jauzi rahimahullah
menjelaskan, ada empat perkataan ulama tentang makna jalan lurus (shiratal
mustaqim):
1.
Kitabullah (Al-Quran). Ini merupakan
pendapat yang diriwayatkan oleh sahabat ‘Ali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam.
2.
Agama Islam. Ini merupakan pendapat Ibnu
Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, Al Hasan, dan Abul ‘Aliyah rahimahumullah.
3.
Jalan petunjuk menuju agama Allah. Ini
merupakan pendapat Abu Shalih dari sahabat Ibnu ‘Abbas dan juga pendapat
Mujahid rahimahumullah.
4.
Jalan (menuju) surga. Pendapat ini juga
dinukil dari Ibnu ‘Abbas r.a.
Syaikh Abdurrahman bin
Nashir As Sa’di rahimahullah mejelaskan : “Shiratal mustaqim adalah jalan yang
jelas dan gamblang yang bisa mengantarkan menuju Allah dan surga-Nya,
yaitu dengan mengenal kebenaran serta mengamalkannya” (Taisirul Kariimir
Rahman).
6. Menuju kebahagiaan
dunia dan akhirat
Islam
adalah agama yang membawa pemeluknya kepada kebahagiaan di dunia dan di
akhirat. Dengan amal kebaikan (amal shalih) yang dikerjakannya, sesuai dengan
syariat Islam, kaum Muslim akan menjalani kehidupan yang baik, tentram, dan di
akhirat nanti pun demikian.
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى
وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ
بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun
perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya
kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka
dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan" (QS.
16 : 97)
Sumber : Dr. Neneng Nurhasanah, Dra., M.Hum.