Rabu, 09 Januari 2019

Jogging

Hobby Jogging Dipagi Hari


Apa sih jogging itu ? 
Jogging adalah bentuk berlari atau berlari dengan kecepatan lambat atau santai. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kebugaran fisik dengan lebih sedikit tekanan pada tubuh daripada berlari lebih cepat tetapi lebih dari berjalan, atau untuk mempertahankan kecepatan tetap untuk waktu yang lebih lama.

Selain saya suka bermain futsal dan sepak bola saya juga suka jogging di pagi hari. Mengapa saya suka jogging di pagi hari ? karena supaya tubuh tetap bugar dan fisik terjaga dengan baik tidak gampang sakit.

sumber : Adam Fadhilah D dan https://en.wikipedia.org/wiki/Jogging

Hobby Sepak Bola Putra Banjaran

Hobby Bermain Sepak Bola

Sedikit penjelasan dari sepakbola, sepakbola 
adalah cabang olahraga yang menggunakan bola yang umumnya terbuat dari bahan kulit dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 (sebelas) orang pemain inti dan beberapa pemain cadangan.

Ngomong-ngomong soal SSB Putra Banjaran apa sih itu SSB Putra Banjaran ? SSB Putra Banjaran adalah Sekolah Sepak Bola Asosiasi Kabupaten Bandung. club ini adalah club pertama saya bermain sepak bola, waktu itu saya gabung di club ini pada umur 8 tahun tepatnya kelas 2 SD. awalnya saya hanya senang bermain sepakbola saja waktu kecil umur 3 tahun karena Ayah saya seorang pemain sepak bola dan saya sering menonton beliau. pada waktu itu kebetulan ayah saya melihat saya bermain sepakbola dan ayah saya berpikir saya mempunyai bakat di sepakbola dan akhirnya saya di daftarkan ke SSB PUTRA BANJARAN dan sampai saat ini saya menjadi mahasiswa STIE INABA saya masih bermain untuk SSB PUTRA BANJARAN.

 Sedikit pengalaman dan cerita Putra Banjaran Berawal dari hobby bermain sepak bola, sejumlah warga Banjaran ini menyadari potensi sepak bola harus di bina. Singkatnya, Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Banjaran terbentuk sekitar tahun 1980 yang diusung oleh Endang Sobarna, salah satu warga Banjaran.

SSB Putra Banjaran kini tercatat dalam PSSI Asosiasi Kabupaten (ASKAB) Bandung. Mulai dari pembinaan kelas umur 8 tahun hingga 17 tahun. Untuk usia 21 tahun secara incidental karena jarangnya kompetisi dalam kelas usia tersebut.

Pelatihan SSB tersebut dilakukan setiap kamis dan minggu. Namun untuk hari kamis kurang efektif berhubung terkendala aktivitas sehari-hari, “jadi difokuskan ke hari minggu karena hari kamis program latihan suka sedikit “, ujar sumarna yang merupakan pelatih SSB Putra Banjaran saat diwawancara, selasa (16/1/2018).

Setelah menjadi Runner up Piala Soeratin U-17 pada Minggu (14/1) kemarin, Sumarna menyebutkan bahwa skuatnya tidak berfokus untuk menjadi juara namun focus pada pembinaan. “Mungkin itu sama dengan juara, karena anak-anak itu murni dari hasil pembinaan hingga mencapai final”, ujarnya.

Saat ini tim U-12 SSB Putra Banjaran sedang mempersiapkan untuk kompetisi Danone. Sumarna menyebutkan anak asuhnya sudah melakukan uji tanding dengan tim laim yang juga mempersiapkan kompetisi tersebut. “Realistis aja targetnya untuk pengalaman anak-anak saja untuk ikut partisipasi supaya menambah jam terbang” Ujarnya.

Sumarna berharap, SSB Putra Banjaran dengan segala keterbatasan untuk terus maju dan melangkah kepada peningkatan mutu para anak asuhnya. Dan untuk ASKAB sendiri, Sumarna berharap untuk lebih giat lagi mengadakan kompetisi. “ Untuk ASKAB harus membina anak-anak dari nol, jangan hanya mengambil pemain yang sudah jadi. Karena akan menjadi kepuasan sendiri ketika membentuk pemain yang akan sukses kalau dari nol” tandasnya . (bagus.job)”**

Sumber : Adam Fadhilah D dan http://berita.baca.co.id/17500241?origin=relative&pageId=9b269f2c-5547-4d26-b104-5bc34ffb8623&PageIndex=3 



Kamis, 03 Januari 2019

Peranan kepemimpinan menurut H.G.Hicks dan C.R. Gullett “ Organization : Theory and Behaviors”

•1. Bersikap Adil
•2. Memberikan Sugesti
•3. Mendukung terwujudnya Tujuan
•4. Katalisator
•5. Menciptakan Rasa Aman
•6. Sebagai Wakil Organisasi
•7. Sumber Inspirasi
•8. Bersikap Menghargai


  1. Bersikap adil (arbitrating)
Pemimpin harus bertindak adil dan tidak memihak.

2. Memberikan sugesti (suggesting)
•Sugesti bisa disebut saran atau anjuran.
Dalam rangka kepemimpinan, sugesti merupakan kewibawaan atau pengaruh yang seharusnya mampu menggerakan hati orang lain.

3. Mendukung tercapainya tujuan (supplying objectives)
•Tercapainya tujuan organisasi tidak terjadi secara otomatis, melainkan harus didukung oleh berbagai sumber. 

4. Katalisator
Pemimpin sebagai Pelopor dan Pembawa Perubahan.

5. Menciptakan Rasa Amam (Providing Security)
Bawahan merasa aman, bebas dari segala perasaan gelisah, kekhawatiran, dan merasa memperoleh jaminan keamanan dari pimpinan.

6. Sebagai wakil organisasi (representing)

7. Sumber inspirasi (inspiring)

8.  Bersikap menghargai (praising)

 Tanggung jawab pemimpin menurut Robert C. Miljus dalam buku “Effective Leadership and the motivation of Human Resources” 

•Menentukan tujuan pelaksanaan kerja realitas (dalam artian kuantitas, kualitas, keamanan dan sebagainya)

•Melengkapai para karyawan dengan sumber-sumber dana yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya.

•Mengkomunikasikan pada karyawan tentang apa yang diharapkan dari mereka.

•Memberikan susunan hadiah yang sepadan untuk mendorong prestasi.

•Mendelegasikan wewenang apabila diperlukan dan mengundang partisipasi apabila memungkinkan.

•Menghilangkan hambatan untuk pelaksanaan pekerjaan yang efektif.

•Menilai pelaksanaan pekerjaan yang mengkomunikasikan hasilnya.

•Menunjukan perhatian pada karyawan.

Sumber : Ezra Karamang SE, MM dan H.G.Hicks dan C.R. Gullett “ Organization : Theory and Behaviors 



ISLAM


ISLAM

 Pengertian Islam

Islam (الإسلام) adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Dengan lebih dari satu seperempat miliar orang pengikut di seluruh dunia, menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen.
Islam sering disalah pahami, khususnya dengan diidentikan dengan muslim. Islam dan Muslim adalah dua istilah yang berbeda. Islam adalah agama. Muslim adalah pemeluknya. Islam sering diidentikan dengan perilaku kaum muslim atau umat islam. Padahal, sebagaimana perilaku penganut agama lainnya, perilaku seorang Muslim belum tentu mencerminkan ajaran atau syariat Islam.
Islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw sebagai nabi dan rasul terakhir untuk menjadi pedoman hidup seluruh manusia hingga akhir zaman.
Dalam Al-Quran, Islam disebut juga Agama Allah atau Dienullah (دِينِ اللَّهِ). 

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ
Artinya :
"Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri (aslama) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan.” (QS. Ali Imran [3] : 83).
Dien (agama) sendiri dalam Al-Quran artinya agama (QS 3:83), ketaatan (QS 16:52), dan ibadah (QS.40:65).
·         Islam secara Harfiyah
Pengertian Islam secara  harfiyah artinya damai, selamat, tunduk, dan bersih. Kata Islam terbentuk dari tiga huruf, yaitu S (sin), L (lam), M (mim) yang bermakna dasar “selamat” (Salama).

Dari pengertian Islam secara bahasa ini, dapat disimpulkan Islam  adalah agama yang membawa keselamatan hidup di dunia dan di akhirat (alam kehidupan setelah kematian).
Islam juga agama yang mengajarkan umatnya atau pemeluknya (kaum Muslim/umat Islam) untuk menebarkan keselamatan dan kedamaian, antara lain tercermin dalam bacaan shalat sebagai ibadah utama yakni ucapan doa keselamatan "Assalamu'alaikum warohmatullah" (السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله) semoga keselamatan dan kasih sayang Allah dilimpahkan kepadamu sebagai penutup shalat.
  • Islam menurut bahasa
Pengertian Islam menurut bahasa, kata Islam berasal dari kata aslama yang berakar dari kata salama. Kata Islam merupakan bentuk mashdar (infinitif) dari kata aslama ini.
الإسلام مصدر من أسلم يسلم إسلاما

Ditinjau dari segi bahasanya, yang dikaitkan dengan asal katanya (etimologis), Islam memiliki beberapa pengertian, sebagai berikut:

1. Islam berasal dari kata ‘salm’ (السَّلْم) yang berarti damai atau kedamaian

Firman Allah SWT dalam Al-Quran:

وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan jika mereka condong kepada perdamaian (lis salm), maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. 8:61).


Kata ‘salm’ dalam ayat di atas memiliki arti damai atau perdamaian. Ini merupakan salah satu makna dan ciri dari Islam, yaitu bahwa Islam merupakan agama yang mengajarkan umatnya untuk cinta damai atau senantiasa memperjuangkan perdamaian, bukan peperangan atau konflik dan kekacauan.
وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

"Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

(QS. 49 : 9).

Sebagai salah satu bukti Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi perdamaian adalah Allah SWT melalui Al-Quran baru mengizinkan atau memperbolehkan kaum Muslimin berperang jika mereka diperangi oleh para musuh-musuhnya.




 أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ


“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.” (QS. 22 : 39).



2. Islam Berasal dari kata ‘aslama’ (أَسْلَمَ) yang berarti berserah diri atau pasrah
Hal ini menunjukkan bahwa seorang pemeluk Islam merupakan seseorang yang secara ikhlas menyerahkan jiwa dan raganya hanya kepada Allah SWT.

Penyerahan diri seperti ini ditandai dengan pelaksanaan terhadap apa yang Allah perintahkan serta menjauhi segala larangan-Nya.
 وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya (aslama wajhahu) kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.” (QS. 4 : 125) 

Sebagai seorang muslim, sesungguhnya kita diminta Allah untuk menyerahkan seluruh jiwa dan raga kita hanya kepada-Nya. 

“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. 6 : 162)

Karena sesungguhnya jika kita renungkan, bahwa seluruh makhluk Allah baik yang ada di bumi maupun di langit, mereka semua memasrahkan dirinya kepada Allah SWT, dengan mengikuti sunnatullah-Nya.

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.” (QS. 3 : 83)
  





3. Islam Berasal dari kata istaslama–mustaslimun : penyerahan total kepada Allah SWT
Firman Allah SWT dalam Al-Quran:

بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ

“Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.” (QS 37 : 26)
Makna ini sebenarnya sebagai penguat makna di atas (poin kedua). Seorang Muslim atau pemeluk agama Islam diperintahkan untuk secara total menyerahkan seluruh jiwa dan raga serta harta atau apa pun yang dimiliki hanya kepada Allah SWT. 

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”  (QS. 2 : 208)

4. Berasal dari kata ‘saliim’ (سَلِيْمٌ) yang berarti bersih dan suci

إِلَّا مَنْ أَتَى الَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
"Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih" (QS. 26 : 89).
إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

"(Ingatlah) ketika ia (Ibrahim) datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci." (QS. 37: 84).   

Hal ini menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang suci dan bersih, yang mampu menjadikan para pemeluknya untuk memiliki kebersihan dan kesucian jiwa yang dapat mengantarkannya pada kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat.

 5. Islam Berasal dari ‘salam’ (سَلاَمٌ) yang berarti selamat dan sejahtera
قَالَ سَلامٌ عَلَيْكَ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا

"Berkata Ibrahim: 'Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku'." (QS. 19 : 47).
Maknanya adalah bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada keselamatan dan kesejahteraan. Karena Islam memberikan kesejahteraan dan juga keselamatan pada setiap insan.
Pengertian Islam menurut Al-Quran tersebut sudah cukup mengandung pesan bahwa kaum Muslim hendaknya cinta damai, pasrah kepada ketentuan Allah SWT, bersih dan suci dari perbuatan nista, serta dijamin selamat dunia-akhirat jika melaksanakan risalah Islam. 


·       Islam menurut istilah
Menurut istilah, Islam adalah ‘ketundukan seorang hamba kepada wahyu Ilahi yang diturunkan kepada para nabi dan rasul khususnya Muhammad SAW guna dijadikan pedoman hidup dan juga sebagai hukum/ aturan Allah SWT yang dapat membimbing umat manusia ke jalan yang lurus, menuju ke kebahagiaan dunia dan akhirat.’

Secara istilah juga, Islam adalah agama terakhir yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw sebagai Nabi dan utusan Allah (Rasulullah) terakhir untuk umat manusia, berlaku sepanjang zaman, bersumberkan Al-Quran dan As-Sunnah serta Ijma' Ulama.
1. Islam sebagai Wahyu Ilahi

Wahyu ialah perintah atau kata-kata Allah (كلام الله) yang disampaikan kepada para rasul-Nya. Nabi Muhammad sebagai salah seorang rasul (pesuruh) Allah Ta'ala juga menerima wahyu yang disampaikan melalui perantaraan malaikat Jibril.

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (٣) إِنْ هُوَ إِلا وَحْيٌ يُوحَى (٤) عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى (٥)
                     
“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. 53 : 3-4).

Wahyu Allah kini terhimpun semuanya dalam Mushaf Al-Quran, kitab suci Umat Islam, sebagai
sumber utama ajaran agama Islam.

2. Diturunkan kepada nabi dan rasul (khususnya Rasulullah SAW)

“Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.” (QS. 3 : 84)

3. Islam sebagai Pedoman Hidup.

هَذَا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“Al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini" (QS. 45 : 20).
Islam adalah jalan hidup (way of life). Al-Quran sebagai sumber utama ajaran Islam menjadi bacaan wajib sekaligus panduan dalam menjalani kehidupan.



4. Mencakup hukum-hukum Allah dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW
“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. 5 : 49-50)

5. Membimbing manusia ke jalan yang lurus. 
Allah SWT berfirman (QS. 6 : 153).
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.”
Dalam QS Al-Fatihah, umat Islam membaca doa "Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus":
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Imam Ibnul Jauzi rahimahullah menjelaskan, ada empat perkataan ulama tentang makna jalan lurus (shiratal mustaqim):

1.      Kitabullah (Al-Quran). Ini merupakan pendapat yang diriwayatkan oleh sahabat ‘Ali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
2.      Agama Islam. Ini merupakan pendapat Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, Al Hasan, dan Abul ‘Aliyah rahimahumullah.
3.      Jalan petunjuk menuju agama Allah. Ini merupakan pendapat Abu Shalih dari sahabat Ibnu ‘Abbas dan juga pendapat Mujahid rahimahumullah.
4.      Jalan (menuju) surga. Pendapat ini juga dinukil dari Ibnu ‘Abbas r.a.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah mejelaskan : “Shiratal mustaqim adalah jalan yang jelas dan gamblang  yang bisa mengantarkan menuju Allah dan surga-Nya, yaitu dengan mengenal kebenaran serta mengamalkannya” (Taisirul Kariimir Rahman).



6. Menuju kebahagiaan dunia dan akhirat 
Islam adalah agama yang membawa pemeluknya kepada kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dengan amal kebaikan (amal shalih) yang dikerjakannya, sesuai dengan syariat Islam, kaum Muslim akan menjalani kehidupan yang baik, tentram, dan di akhirat nanti pun demikian.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan"  (QS. 16 : 97)

Sumber : Dr. Neneng Nurhasanah, Dra., M.Hum.

Jogging

Hobby Jogging Dipagi Hari Apa sih jogging itu ?  Jogging adalah bentuk berlari atau berlari dengan kecepatan lambat atau santai. ...